Monday, April 30, 2012

Sekapur Sirih?



Postingan pertama di bulan Mei. Jujur aja, tadinya gue pengen nulis review film-film Indonesia yang lagi 'in'... Tapi fakmen, internet gue ngelag super. Gara-gara koneksi wi-fi yang kecomot secara tidak manusiawi sama rumah-rumah sebelah. Dan sekarang gue nyesel enggak masang password dengan proper.


Jadi, ngapain gue online?


Simpel aja sih, gue cuma mau ngabarin kalo gue baik-baik aja (padahal gak ada yang nanya) dan gue masih semangat nulis. Alesan gue gak ngurusin blog dalam jangka waktu yang lumayan lama adalah: gue lagi ngikut banyak project selama liburan UN kemaren. Diantaranya :


- Garap film pendek (Yang sampe sekarang belom rampung)
- Workshop narkoba (Dimana pesertanya 90% cowok)
- Seminar film dokumenter (Bareng anak-anak Invite)
- Lomba menulis guru & pendidikan (Menang! AYE!)
- Nyari dana sana-sini (Gosh I worked hard)
- Nonton konser (Dan beberapa tribute di antaranya)
- Nobar bersama segenap movie freaks (Gak lupa nonton trilogi Godfather di rumah!)


Jadi, waktu gue yang suci itu gue maksimalkan dengan sebaik-baiknya. Nyokap gue sampe sempet kangen sama gue saking jarang liat gue dirumah. Ya sebenernya itu sebagai perilaku pemberontakan gue dan emang ambisi dari dulu buat nyari perfect holiday. Gue bahkan sudah merencanakan liburan 'ala indie' Juni nanti. Bakal lebih banyak agenda super sibuk yang gue bikin-bikin sendiri. Dan percaya ataupun enggak, Jason Mraz bakal termasuk di dalamnya.


DAN! Gue bakal menjadikan liburan nanti sebagai liburan "100% MUSIC AND MOVIE".




Yaudah segitu dulu. Reviewnya besok-besok ya.


Saturday, April 7, 2012

Late Night Review


Jadi hari ini, gue abis streaming anime judulnya: Usagi Drop. Di animenya cuma terdiri dari 11 episode which is nyeritain kehidupan Rin waktu masih kecil doang, kalo cerita pas dia SMP dan SMA gue baca online. Super recommended buat yang suka manga/anime bertema slice of life and heartwarming.
Waduh, gue bersimbah air mata nontonnya. Sama kayak pas gue nonton Angel Beats, tapi kali ini jalan ceritanya beda. Kalo di Angel Beats itu lebih ke action dan menceritakan kehidupan sesudah mati, dimana orang-orang dibawa ke suatu dimensi lain buat survive hidupnya yang baru. Mereka semua masih ‘gak rela’ mati di dunia nyata, dan istilah kampungnya: arwah penasaran, tapi gak buat nakut-nakutin orang gitu. Lebih ke melakukan hal yang gak sempet mereka lakuin, dan berjuang buat kebahagiannya masing-masing. Sedih deh, liat latar belakang kematian mereka satu-satu dan cara merea bahagia dengan caranya sendiri-sendiri. Clannad juga. Apalagi scene dimana Fuko Ibuki yang masih berkeliaran di sekolah susah payah bikin pahatan kayu berbentuk bintang buat semua orang, supaya orang-orang yang dia kasih sudi dateng ke resepsi pernikahan kakak perempuannya, satu-satunya keluarga yang dia punya. Satu sekolah sempet lupa sama bintang yang dia kasih, tapi mereka inget dan akhirnya dateng. The crowd, the tears. Sumpah itu scene yang gak bakal bisa dilupain deh.

Selanjutnya contain a super spoiler. I don't expect you to read this if you interest to find it out alone, but if you're too lazy to stream/read, go ahead.



Usagi Drop sendiri bercerita tentang seorang pria berkepala tiga bernama Daikichi, yang pergi ke pemakaman kakeknya. Disana ia bertemu dengan Rin, yang menurut desas-desus keluarganya, anak perempuan dari hubungan terlarang kakeknya dengan perempuan lain. Rin terlihat depresi, selain terpukul oleh kematian ‘ayah’-nya, tidak ada relasi yang mau mengadopsinya. Daikichi yang sebal melihat Rin yang sedang terpukul diolok-olok begitu rupa, akhirnya memplokamirkan kesediannya untuk merawat dan mengadopsi Rin.


What a tough day they had, Daikichi gak punya skill buat merawat anak kecil samasekali. Mengingat ia seorang bujangan dan pekerja di suatu departement store. Akhirnya ia meminta pertolongan dari teman wanita sekantornya, Gotou.  Terus ya udah, akhirnya dia bisa belajar sedikit demi sedikit ngebesarin anak perempuan. Itu semua dia lakuin dalam keadaan dia super bujangan. Dia juga kenalan sama Yukari Nitani, ibu dari Kouki Nitani, temen satu daycare Rin. Dia sempet suka sama Yukari yang udah ngejanda ini.
Days go by, sampe akhirnya Rin udah jadi anak SD, terus SMP. Nah di masa SMP ini Rin sempet suka sama Kouki, secara mereka udah temenan dari kecil. Tapi saat itu, Kouki berubah jadi anak berandalan. Dari kecil dia emang nakal gak ketulungan, iseng, berisik, tapi nakalnya sekarang beda. Dia juga pacaran sama seorang Yankee, namanya Akari-sempai. Rin terlanjur ilfeel gara-gara hal itu, terus akhirnya nge-reject Kouki straightly when he confess. Terus di masa SMA-nya, Kouki masih aja ngejar-ngejar Rin. Sayang hasilnya masih sama:  Rin menganggap Kouki sebagai teman dekat bahkan saudaranya sendiri. Rin juga akhirnya ketemu ibunya, seorang manga artist, bernama Masako. Ibunya tinggal sama suaminya yang ramah banget, dan ibunya sedang mengandung bayi perempuan pas mereka pertama kali ketemu. Seriously, gue nangis pas baca bagian ini. Keliatan banget ibunya itu peduli, tapi karena dia orangnya gak bisa nyampein perasaan, jadi gitu deh. That love is somehow hidden at last.

Rin yang udah terbiasa hidup sama Daikichi, gak punya plan apa-apa abis nyelesein sekolahnya. Dia gak mau kuliah karena gak mau nambah beban Daikichi, padahal ia murid yang tergolong pintar. Akhirnya ia sadar, selama ini point hidupnya, adalah tinggal bersama Daikichi forever after. Dia gak bisa bayangin gimana jadinya kalau ia ataupun Daikichi pergi duluan, karena hidup bersama Daikichi adalah sebuah kebiasaan yang ia suka. Ia gak pernah mengenal orang lain sedekat ia mengenal Daikichi. Ia gak pernah merasakan kasih sayang sesungguhnya dari seorang ibu sejak kecil, tetapi Daikichi menggantikan semua role itu. Dan dia gak pernah merasa kurang karenanya. Huwah cedih. Tapi Kouki sadar, ada yang beda dari perasaan Rin. Ia pun lalu menyimpulkan, bahwa Rin itu punya perasaan lebih buat Rin. A strong strange feeling. Dia coba diskusiin sama Daikichi, tapi ternyata Rin gak sengaja denger pembicaraan mereka, ia malu dan kaget, kemudian melesat keluar rumah. Nah ini dia adegan ter-unyu menurut gue. Daikichi dan Kouki mengejar Rin diluar. Terus akhirnya, Daikichi ngejar cuma buat ngasih jaket, karena cuaca diluar dingin.




Rin mau tinggal selamanya sama Daikichi, as a wife. Karena ternyata mereka gak ada blood relatives, bahwa kakek Daikichi bukan ayah biologis dari Rin, dan dengan pertimbangan mereka bisa bahagia selamanya. Uwowo. In the end, mereka akhirnya memutuskan buat berencana menikah, tentu saja setelah Rin lulus. Cara Daikichi mengatakan ‘two’ alias nunggu dua tahun lagi dengan jarinya di kereta bikin gue melting sangat, karena itu, keren. Moe parameter gue sampe jebol dibuatnya. Sebenernya ceritanya sungguh bagus. But karena gue aja yang lenjeh nyeritainnya, makanya jadi super rusuh begini.
favorite line ever
Oyasumi


Sunday, April 1, 2012

Moment To Arise

Gue selalu dapet ilham gak penting tiap ngerjain sesuatu. Bahkan ketika marah, otak gue seakan udah ter-setting sedemikian rupa membentuk percakapan-percakapan pribadi dengan diri gue sendiri. Gak tau ulah siapa...
Biasanya, kalo udah kayak gitu, gue selalu nuangin isi pikiran gue ke dalem ideas book.
Pikir gue, mungkin suatu saat ketika gue sudah produktif lagi, gue bisa gunain ide-ide last minute itu sebagai karya. Karena gue gak bisa lepas nulis. Gue yakin, gue bukan satu-satunya orang yang menuangkan isi pikiran gue di karya bikinan sendiri. 
Bagi seorang pelukis, menuangkan kreatifitas di dalam sketchbook is a must
Bagi seorang scriptwriter, bikin skenario sesuai dengan imajinasi punya nilai orisinalitas tersendiri. 
Bagi seorang penyanyi, menuangkan segenap emosi dan perasaan mereka lewat tangga nada bisa membuatnya lebih menjiwai lagu tersebut.
And the list goes on.


Buat gue, menuangkan perasaan ke dalam karya itu, one of the most precious moment of all. Karena saat elo melakukannya, sadar ataupun enggak itu terjadi secara refleks. Sering banget tuh gue kedapetan tamu gak diundang sejenis writer's block, tapi ketika gue ngeblog, hal itu gak ada samasekali. Karena gue selalu nulis apa yang gue rasain saat itu juga. So there's no way I'd wonder what I feel, haha.


Yah gak tau deh, semoga gue bisa sukses terus buat ke depannya. I found it hard to keep writing, so I write everything I don't want to keep. It's such a pleasure to know if somebody out there's happy to see mine. That's what keep me going on and on and on. Hehehe.




"BLACKBIRD"



Blackbird singing in the dead of night
Take these broken wings and learn to fly
All your life
You were only waiting for this moment to arise

Blackbird singing in the dead of night
Take these sunken eyes and learn to see
All your life
You were only waiting for this moment to be free.

Blackbird fly Blackbird fly
Into the light of the dark black night.

Blackbird fly Blackbird fly
Into the light of the dark black night

Blackbird singing in the dead of night
Take these broken wings and learn to fly
All your life
You were only waiting for this moment to arise
You were only waiting for this moment to arise
You were only waiting for this moment to arise