Wednesday, September 28, 2011

“Love is one big illusion, I should try to forget…” –MLTR

“Love is when you wanna kiss and you get bit…” –Jet

Nyari pacar ideal jaman sekarang, ibarat nyari angkot S12. Sebelumnya, mari gue jelaskan lebih lanjut mengenai angkot merah fenomenal ini. Sebagai juragan yang baik, gue tahu bahwa jurusan angkot ini adalah Lebak Bulus – Ragunan – Cipedak. Jam nariknya pun, tidak seperti angkot 61 yang tersedia selama 24 jam nonstop. Terbatas. Eksklusif. Hanya mau narik lima belas menit sekali, dengan atau tanpa penumpang sekalipun. Mendadakan bahwa ia adalah angkot yang tertib, taat, sungguh bukan main-main.
Terus? Kenapa teori ini disamain sama nyari pacar, Ta? Apa hubungannya?

Relax. Tenang dulu. Pembaca tentu tahu bahwa selama ini ambisi gue adalah: Lulus SMA -> Kawin. Tapi sekarang, karena gue udah beranjak dewasa dan bentar lagi bakal punya KTP nembak akhirnya gue memutuskan untuk mengubah rotasi hidup gue menjadi seperti ini: Lulus SMA -> PMDK -> Fakultas Filsafat/Psikologi -> Kerja Makmur -> Naik Haji Berjamaah Sama Ortu -> Keliling Dunia -> Perawan Tua.

Maka dari itulah, gue membuat filosofi-filosofi sederhana, dimana hanya gue sendirilah yang tahu darimana rimbanya. Seperti ini :

Nyari pacar yang baik, setia, dan gak neko-neko di jaman sekarang itu… mungkin seperti apa yang gue rasakan pas nyari angkot S12 setiap hari abis pulang sekolah. PASTI ADA, asal penumpangnya sabar dan mau nunggu. Kalo udah dapet, SEGERAKAN NAIK. Hukumnya wajib. Karena kalo sampe lo melewatkan kesempatan berharga itu, lo harus NUNGGU LAGI. Dan inget, jangan jadi orang yang rewel dan neko-neko dalam hal tunggu menunggu ini, karena itu bakal bikin si sopir bete, penumpang lain bete, menteri transportasi juga ikutan bete. Dan berikan ongkos secukupnya, yang cocok dengan penalaran berdasarkan jarak jauh-dekat. Jangan terlalu dermawan, apalagi terlalu pelit, dalam memberi ‘ongkos’ (dalam hal ini gue kategorikan sebagai ‘cinta’). Usahakan juga untuk bersikap normal sesama penumpang, normal maksud gue disini adalah bersikap biasa saja. Kenapa? Karena suatu saat lo harus sadar bahwa angkot tersebut bukan milik elo SEUTUHNYA.

Tapi yang paling penting, dalam keadaan apapun, selama masih dalam lingkup yang telah gue kondisikan tadi, angkop S12 maupun calon pacar lo yang baik pasti selalu ada disana: menunggu.

Gute Nacht!


Jakarta malam pukul 21:15 WIB

ditulis dengan segenap perasaan, sedikit penggalauan, dan secuil kenangan... akan angkot.



Monday, September 26, 2011



Now it's getting dark
And the sky looks sticky
More like black treacle than tar
Black treacle
Somebody told the stars
You're not coming out tonight
And so they found a place to hide...

Now I'm out of place
And I'm not getting any wiser
I feel like The Sundance Kid
Behind the synthesizer
And I tried last night
To pack away the laugh
Like a key under the mat
But it never seems to be there
When you want it...