Hi Frodo, I'm afraid you might lost. Here, take your map.

Hal-Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Di Pesawat

Di musim (hampir) liburan gini, pasti terlintas niat untuk travelling di benak kamu. Karena sudah lelah menghadapi hidup kamu yang gitu-gitu aja, kamu pun berniat pergi ke tempat yang sangat jauh. Akhirnya dengan berbekal kemampuan ngutil, kamu pun berhasil pergi naik pesawat. Kamu pergi dengan mata berbinar-binar, tanpa sadar bahwa perjalanan di pesawat itu sebenarnya cukup panjang. Kira-kira apa aja ya yang bisa kamu lakukan untuk menghabiskan waktu dengan gemilang?

1. Liatin demo prosedur keselamatan pesawat


Gambar di atas nggak jorok, kan? 

Sebelum pesawat lepas landas, pesawat rutin memberikan demo keselamatan. Anggaplah kamu bapak-bapak botak berbaju biru yang ada di gambar atas, apa reaksi kamu? Kamu yang sudah lelah dengan hidup kamu yang gitu-gitu aja sontak akan tersenyum simpul, walaupun kamu nggak ngerti tarian macam apa yang sedang dieksekusi pramugari tsb.

3. Kenalan sama penumpang sebelah



Lumayan nih. Untuk kamu yang oportunis abis cara ini sangat layak dicoba, karena selain nyari koneksi dan menambah wawasan dalam bergaul, siapa tau temen di samping kamu ini seorang lawan jenis yang aduhai. Lumayan lho cinlok. Lumayan. Eh tapi itupun kalo dia mau ama kamu.

4. Ngutil perlengkapan pesawat

Biasanya maskapai penerbangan selalu ngasih alat-alat makan dari plastik yang lucu-lucu gitu. Karena kamu (masih) oportunis, daripada capek beli mending kamu ambil aja kan. Pengalaman gw sih, temen gw dulu kalo naik pesawat X (merk dirahasiakan, sebut saja Garuda Indonesia) dan dia gak tanggung-tanggung banget ngutilnya. Tempat saos, tusuk gigi, sampe selimut juga dibawa. Pokoknya ber-skill banget deh. Tapi dengan satu kondisi: jangan sampe ketahuan. Kalo sampe ketahuan bisa-bisa kamu dilempar dari pintu darurat.

5. Main kejar-kejaran bareng pramugari

Ceritanya kamu naik pesawat sebenarnya bukan untuk travelling, tapi untuk lari dari kenyataan. Kamu baru putus sama Minah, pacar kamu, dua hari yang lalu. Jadi kamu cari pelarian gitu deh. Pas lagi di waiting room bandara, kamu iseng deh tuh SMS Minah kata-kata mutiara yang baru kamu copas dari internet. Minah terkesima, pas di pesawat semua penumpang disuruh matiin ponselnya masing-masing, tapi saat itulah kamu tau Minah ngebales SMS kamu. Ini adalah kesempatan terakhir kamu! Kamu gak boleh gagal. Kamu harus SMS balik dia, supaya dia mau lagi sama kamu.
Pas lagi mau ngetik, tiba-tiba...
Dalam excitement menggebu-gebu dan deg-degan parah, seorang pramugari menghampiri dan memperingati kalau ponsel harus dimatiin di pesawat karena bisa mengganggu jalannya komunikasi dan membahayakan keselamatan penumpang lain. Lho, gak bisa dong. Kata kamu dalam hati. Minah lebih penting daripada nyawa saya sendiri, lebih baik saya mati daripada saya gak bisa sama Minah lagi.
Tapi pramugari itu ngeyel, akhirnya lama-lama kamu eneg juga. Kamu kejar deh tuh pramugari, terus kamu jambak dua kali. "Diem dong, penumpang kan raja! Saya kan naik pesawat pake duit! Bukan daon!"
Besoknya kamu langsung rame diomongin di Twitter. Orang-orang cuma gak tau yang benernya aja.

Stereotyping at its worst

Hello, jumpa lagi kita.
*background music: detourn album*
Ini adalah post yang agak spesial, mengingat gue jarang ngupdate blog lagi. Tapi minggu depan adalah minggu neraka, dan gue bersumpah, demi semua Tuhan dan Dewa di semua elemen universe, gue eneg sama sekolah. I hate this city. I hate the people. And most of all, I fucking hate Indonesia's education system. It's so fucking fucked up. I hate to deal with this fucking environment. And I hate to count how much F words I have shouted, I need to fucking shut up just now.

If you want to change a country, first, you have to change the people's fucking fucked up mindset. Indonesia adalah salah satu contoh negara yang suka menstereotipkan segala hal dengan mengatasnamakan hal-hal yang mengawang-awang dan sulit diperdebatkan. Sebagai catatan, gue disini gak merasa diri gue wise ataupun udah lebih baik dari poin-poin di bawah, gue cuma mau menceritakan keluh kesah aja kok. Gue yakin banyak dari kalian yang juga sepemikiran.

1. Gue frontalin aja nih, sebut saja 'agama'. Di Indonesia, segala sesuatu hal yang berhubungan dengan agama, kayak misalnya hukum, politik, sampe urusan gak penting kayak selebritas kacangan, semuanya melibatkan agama. Dikit-dikit agama. Dikit-dikit bawa-bawa nama Tuhan. Bahkan tololnya, ada seorang politikus yang bersumpah gak bakal korupsi; dan dia bersedia disumpah pocong untuk membuktikan kebersihannya kelak. Tanpa gue sebut merk, kalian juga pasti udah tau lah siapa. Menurut gue ini tolol bin ajaib, emang sih negara kita negara eksotik, but still, kalo orang luar nemuin fenomena ini, pasti diketawain. Gak ada kelegalan tertentu dari 'sumpah pocong'. GAK ADA. Kecuali kalo lo bersumpah gak akan korupsi, dengan catatan kalau suatu saat lo beneran jadi presiden dan lo terbukti melakukan tindak korupsi, lo bersedia dihukum gantung. Itu lebih bener kayaknya. Dan yang pasti, ada bentuknya. Daripada lo menawarkan diri menjadi permen candy-candy gak jelas yang suka ditakutin anak bocah. Tapi gak cukup sampai disitu, bahkan hak orang untuk memeluk agamanya masing-masing juga direnggut. Sebagai contoh perayaan Waisak di Borobudur yang baru-baru ini ramai dibicarakan. Ini adalah pengalaman nyata dari kaum Buddhisnya sendiri.



2. Gue kasitau lagi nih ya, di negara kita ini, kalo mau terkenal, gampang. Lo gak perlu modal tampang, gak perlu sekolah tinggi-tinggi, tinggal bikin sensasi gak penting di media, dan biarkan media menjual itu secara cuma-cuma ke masyarakat. Coba pikir, kapan dan dimana terakhir kali lo liat berita anak muda Indonesia yang berhasil nemuin penemuan-penemuan yang awesome? Atau atlet muda yang berhasil ngeraih medali emas di luar negeri? Atau seniman yang go international dan bikin pameran sukses? Paling cuma lo dapet di koran dan berita online. Atau kalau beruntung, nongol di TV selama sekian menit dan kemudian... blash! Ilang gitu aja. Kalah kedengeran dibanding berita Arya Wiguna yang pacaran terus telfon-telfonan di depan wartawan. Kan keparat.

3. Di Indonesia, kalo lo mau ngelakuin hal-hal diluar kebiasaan lo, ada tiga kemungkinan: 1) Lo dipuji sama orang 2) Dicela-cela atau 3) Dianggep munafik. Menurut gua, yang dua terakhir itu tolol banget, men. Kalo gue pribadi, ngeliat orang lain melakukan hal yang gak biasa mereka lakuin, ya gue bodo amat lah, kecuali kalau itu memberatkan gue dan orang-orang di sekitar gue. Gue selalu mencoba buat gak rese dan bikin orang itu gak nyaman dengan komentar-komentar sampah yang mungkin orang lain bakal keluarin. Misalnya, orang kayak gue nih yang jarang solat di masjid sekolah, sekalinya solat disana pasti ada aja yang ngomong: "Duh tumben solat, gak kebakar?", "Kok lo bisa sih ke masjid?", "Ngapain ke masjid? Mau nyolong kotak amal?" Atau cuma berdecak sambil nepuk-nepuk pundak. Inget, gak semua orang bisa menerima. Kalo gue sih, cenderung bodo amat. Lo mau ngomong kayak gitu sampe mati juga gue gak peduli. Tapi ada juga tipe-tipe manusia yang moody atau sensitif, yang tanpa lo tahu, deep down, mungkin mereka gak suka diperlakukan kayak gitu. Coba deh, tutup mata aja sama semua hal yang orang lakuin, selama itu gak ngerugiin kita. Bisa kan?

4. Sistem pendidikannya busuk. Nuff said. UN 2013 gagal, SKS baru dimulai tahun depan, dan jujur aja, tugas dan PR yang sebenernya gak efektif. Saking banyaknya tugas yang numpuk, orang jadi gak bisa konsentrasi belajar. Tapi para guru beranggapan PR itu bisa jadi sarana belajar di rumah yang baik. Padahal pada prakteknya, PR nyalin lewat foto/scan orang itu udah biasa banget di SMA. Jadi, kapan kita punya waktu untuk menekuni hobi dan bersosialisasi sama dunia luar? Apa dengan formal education saja kita sudah bisa merasa cukup? Enggak. Banyak pelajaran yang gak bisa diajarkan di sekolah. Dan sesungguhnya, pelajaran seperti itulah yang paling kita butuhkan. Am I right?

5. Disini, orang yang merasa 'lebih' bakal gila hormat. Lebih apa aja? Semuanya. Lebih berduit, lebih tua, lebih dewasa, pokoknya kalo merasa lebih baik dari orang lain. Kalo merasa dicela orang, pasti orang-orang kayak gitu bakal ngungkit berapa uang yang mereka punya, dari garis keturunan siapa, bapak ibu mereka, juga rekor panjang pendidikan mereka. Ketawain rame-rame, yuk. Kayak ada yang bakal peduli aja. You are not what your parents are nor what your parents have, you are what you are. And if you can't defend yourself with anything you have, but you keep on being such lousy, please hang yourself. Thank you.

6. Sok idealis. Gue selalu menekankan diri gue buat jadi diri gue sendiri. Makanya gue dikenal ekstrovert, atau weirdos, atau pervert, atau hyper, atau bacot, atau mistis atau kelewat cuek. Gue gak ada masalah. Emang bener kok. Gue emang mengidap ADHD waktu kecil, makanya gue gak bisa berkonsentrasi diem di kursi lebih dari 5 menit. Pasti gue harus ngelakuin sesuatu, entah ngetuk-ngetukkin kaki atau ngomong. Dulu waktu kecil, gue pernah ngegambar semua dinding di rumah gue (catnya warna putih pucat) dan dalam waktu beberapa jam aja rumah gue udah penuh dengan gambar kuburan. Well, gue udah terapi kemana-mana dan ngilanginnya susah. Dan gue gak malu untuk menjadi seseorang weirdo. Being a weird girl makes me get so many opportunities inside and outside. Gue jadi orang yang aktif dalam kehidupan bermasyarakat juga. Buat kalian yang merasa pede pede aja sama dirinya sendiri, selamat ya.

7. Seni kurang dijunjung tinggi. Ini sih yang gue rasain betul. Gue pengen gitu, suatu saat di Indonesia ada (kalau bisa banyak) art school yang bener-bener diperhatiin sama pemerintah. Kesenian-kesenian daerah juga menurut gue perlu disesuaikan menurut perkembangan jaman. Supaya kaum mudanya tergerak buat melestarikan juga. Lha kalo yang menjalankan orang-orang tua doang, nanti kalo mereka udah gak ada, siapa yang bakal ngelanjutin?

8. Kurang terbuka. Emang sih, gue gak bisa menyalahkan siapa-siapa untuk case yang satu ini. Karena di Indonesia, orang-orang juga cenderung gak tanggap untuk membicarakan isi pikirannya ke orang lain dengan berbagai alasan. Padahal nih ya, padahal, kalau aja kita lebih terbuka sama orang, gue yakin orang akan berlaku hal yang sama ke kita. Dan sifat kayak gitu bisa nyebar ke orang lain. Sehingga gak ada tuh yang namanya main belakang, atau ghibah gak jelas.

UPDATE:
Beberapa jam setelah gw ngepost ini, banyak kenalan gw yang dapet SNMPTN Undangan. Well, gw cuma mau selamatin aja sih. Semoga sesuai ekspektasi. Buat yang gak dapet, PASTI masih banyak jalan lain yang bisa ditempuh buat masuk ke uni. Gw juga nih taun depan. Walaupun belom tau bakal kuliah dimana. Nyokap tetep keukeuh nyaranin buat nyari sekolah disini aja. Di Indo maksudnya. Padahal gw pengennya di luar. Pengen ngerombak suasana dan lingkungan dari nol. Sekaligus mau upgrade diri sendiri juga.
Bisa dibilang, gw masih labil dalam nentuin jurusan dan apa yang gw pengen capai right when I got older. Kebanyakan orang kalau ditanya: "What are you wanna be when you grow up?" pasti mayoritas bakal nyebutin profesi-profesi impiannya. Dokter, polisi, astronot, pilot, dll.
Gw cukup jawab: "I just want to be happy."
Sesederhana itu.

Happy Star Wars Day!

HELLO, PEOPLE...



BECAUSE



SO, LET ME SAY :



Last but not least.

Han Solo: Afraid I was gonna leave without giving you a goodbye kiss?
Princess Leia: I'd just as soon kiss a Wookiee.
Han Solo: I can arrange that. You could use a good kiss.

I am the worst.

Not a nice title to begin, but seriously if you're in my position you'd thought the same way.
Let me explain to you.
I'm writing this 12:32 AM in the morning while I gave up studying Physic and stuff. We're going to have sort of middle test tomorrow and I realized I haven't opened my text book for the last few days.
I feel like the dumbest person ever, and yes, I know, it's kinda hypocrite but I've been doing the same way for the last 2 years in high school and BELIEVE ME, just believe me, it never works.
I really want to get outta this shit as soon as possible but I don't know how. Life goes on and on and on. By the time I realized I have gone this far. Yeah, nice school, science class, but same shit everyday. It makes me sick somehow.

I want to improve my school in filmmaking and maybe take some extra classes on it because I truly enjoy movies. These years I've been doing the same thing over and over again: formal studies. And to be frank, I don't really like it somehow. It's not that I hate studying, don't get me wrong. I know you all judge me. Seriously, don't care. I don't hate studying or whatsoever. But I think we can always learn something from anything. Not just lean on school, teachers, text books, and other boring stuffs. I enjoy Science as well. I read some books and I fell in love with Noetic. But that doesn't mean that I need to know everything I don't want to know which is stupid and full of nonsense. I just hate to be lectured by people. How to act, what to do, why is why, et cetera, et cetera.

And yes... I think I'm going to end this post. Because I'm a little bit sleepy right now (finally). I'm sorry for moaning over such things. I know it's no matter for you but it's so important for me.

Lastly, one nice quote from my favorite Victor Hugo :

'To love beauty is to see light.'

Sing You Home


SING YOU HOME

Jodi Picoult

You won’t see my name in the paper
Or my picture in a magazine
I don’t think I’ll be on daytime TV
Or filling a big movie screen.
I’m rarely the life of the party
I don’t like to put on a show
I’m not one to shout, but without a doubt
My melody’s one that you’ll know.
CHORUS:
One plus one is sometimes three
You’re my silent harmony
And if you listen carefully
Baby, I will sing you home to me.
This tune has your pulse as its rhythm
It’s scored in the key to your heart
The haunting refrain, it comes from the pain
Of you and me being apart.
This world is a sea full of strangers
I’ve never felt like I belong
But this much I know: that you’re mine, and so
I’m gonna show you with this song.
CHORUS:
One plus one is sometimes three You’re my silent harmony
Blossom on my family tree
Baby, I will sing you home to me.
BRIDGE: Can you love someone you’ve never met?
Can tomorrow be the moment you can’t forget?
I search for your face in reflections I wonder if you’re in the crowd
If our paths don’t cross, I will be lost
But I can’t confess that out loud.
I’ll wait if it takes you forever.
I’m here for you some day to find.
And if there’s a choice, remember my voice,
My lullabies rise in your mind.
CHORUS:
One plus one is sometimes three
You’re my silent harmony
You fit my life perfectly
Baby, I will sing you home to me.
Baby, I will sing you home to me.
 

Back to TOP

Glamour Bomb Templates